Blog

Ilustrasi Rumah Bergaya Islami

6 Kaidah Membangun Rumah Sesuai Dengan Syariat Islam

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

 

Islam hadir dengan sejumlah aturan/syariat yang mengatur berbagai sendi kehidupan. Syariat Islam ini diturunkan oleh Alloh swt. untuk kemaslahatan dan kebaikan umat manusia sehingga mampu menjalani fungsi dan perannya sebagai "Wakil Tuhan" di muka bumi. Nah, di artikel kali ini, kita akan membahas tentang kaidah-kaidah membangun rumah yang sesuai dengan syariat Islam. Yuk ikuti penjelasannya berikut ini:

 

Baca: Miliki Hunian Di Puncak Bogor Bernuansa Islami Bagi Generasi Qurani. Cek Infonya Disini.

 

KAIDAH 1 RUMAH SYAR’I: RUMAH TAUHID

Membangun rumah dengan niat mencari ridho Allah. Karena semua berawal dari rumah, maka tempat aktivitas utama hidup harus karena Allah. Rumah sebagai “Darul Arqom”nya kita. Tempat transfer aqidah dan pembentukan karakter anak. Maka seluruh desain rumah adalah ditujukan utk kepentingan tsb.

KAIDAH 2 RUMAH SYAR’I: FUNGSI RUMAH SEBAGAI PELINDUNG AURAT

Rumah adalah wilayah hayatul khas (kehidupan khusus suami istri) maka segala aktivitas keluarga adalah aurot bagi umum, yang tidak boleh terlihat oleh khalayak ramai. Pengaturan ruang tamu adalah bagian penting dari tata ruang rumah. Tamu juga tidak boleh melihat aktivitas keluarga selain yang ada di ruang tamu. Hijab (sekat) pembatas ruang tamu dengan ruang yang lain tidak boleh transparan. Bila ada ruang khusus tamu lebih baik terpisah dari ruang keluarga. Pengaturan jendela dan pintu juga tidak boleh memberikan akses langsung umum bisa melihat aktivitas keluarga.

KAIDAH 3 RUMAH SYAR’I: MUSHOLLA RUMAH SEBAGAI CENTRAL KELUARGA

Seringkali musholla dalam rumah adalah ruangan kecil yang merupakan ruang sisa-sisa dari ruangan yang ada. Seakan itu hanyalah asesoris, atau pelengkap saja. Seorang muslim menjadikan ibadah adalah aktivitas utamanya, sehingga musholla rumah adalah pusat kegiatan keluarga bukan ruang pelengkap saja. Musholla bisa memanfaatkan ruang tengah. Dimana Mushollah bisa juga berfungsi sebagai perpustakaan, ruang belajar, ruang keluarga, dll. Dengan demikian kehidupan keluarga tidak lepas dari nuansa Islam sejak dini.

 

Baca: Miliki Hunian Di Puncak Bogor Bernuansa Islami Bagi Generasi Qurani. Cek Infonya Disini.

 

KAIDAH 4 RUMAH SYAR’I: KETENTUAN KAMAR TIDUR

Kamar tidur adalah hal yang paling privasi bagi tiap-tiap individu anggota keluarga, sehingga bercampur baur dalam urusan tidur tidaklah diperkenankan dalam Islam, lebih-lebih ketika anak sudah menginjak 10 tahun. Anak harus terpisah dari kamar tidur orangtua, demikian juga kamar tidur anak laki-laki harus terpisah dengan kamar tidur anak perempuan. Tempat tidurpun harus terpisah walau mereka sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan. Demikian juga bila ada anggota keluarga yang lain seperti Orangtua dan Pembantu. Memuliakan Kamar Orangtua lebih dari kamar sendiri adalah perilaku yang utama dalam Islam

KAIDAH 5 ATURAN KAMAR MANDI DAN WC

Ada larangan untuk arah WC menghadap atau membelakangi kiblat, sebagai bentuk penghormatan Kiblat terpenting umat Islam. Sangat dianjurkan kamar mandi terhubung dengan kamar tidur hal ini untuk menjaga privasi masing-masing anggota keluarga khususnya privasi orangtua terhadap anak-anak

KAIDAH 6 TETANGGA YANG BAIK

Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan). Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk. Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian).

"Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah.” (HR. Ibnu ‘Asakir)

"Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya)." (HR. Ath-Thahawi) .

"Usahakan agar tetangga anda cukup makannya: Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu." (HR. Al Bazzaar)

 

Demikianlah 6 kaidah membangun rumah sesuai dengan syariat Islam. Semoga kita bisa mengamalkan keenam kaidah tersebut sehingga tercapai perasaan tenang, tenteram dan betah ketika berada di rumah bersama anggota keluarga kita, insya Alloh.